Kamis, 30 Oktober 2014

The Mystery of Diary

        tees. . .tees. . . suara tetesan air dari kamar mandi sebelah terdengar lebih kencang dari yang aku pikirkan. aku mulai memberanikan diri untuk melihatnya dan ternyata di kamar mandi sebelah tidak ada keran yang menyala. kemisteriusan ini mulai membuatku pusing dan aku ingin pingsan 123 pingsan deh. . . bruugk...

***********************************************************************************

          tak terasa aku sudah berada di kamar mandi aku merasa baru saja aku pingsan. apakah tidak ada yang menolongku? jahat banget sih mereka aku taun kok mungkin mereka gak suka aku padahal aku kan cantik banget. aku adalah cewek bertubuh ramping dengan berat badan 39 kg dan tinggi 158 cm. muka tirus, berbehel, kulit hitam manis walau sedikit ke gosongan, dan rambut keriting seperti mie sedaaaap. . . akhirnya aku pulang sendiri dan tak disadari bahwa hari telah menunjukkan pukul 06.00 sore. sekolah sudah kosong tidak ada siswa yang berlalu lalang lagi seperti biasanya. aku mulai mempercepat langkahku dan bergegas. saat didepan pintu gudang sekolah aku tertarik untuk memasukinya. didalam sangat gelap dan pengap. banyak tikus dan kecoa  terlihat seberkas cahaya dari jendela dan menerangi sebuah kotak usang yang berdebu. aku coba untuk membukanya dan ternyata isinya adalah. . . . KOSONG. aku mulai kesal dengan ini semua akihirnya aku balik badan dan berjalan untuk keluar gudang. saat aku menoleh kearah kanan ternyata ada sebuah buku. bukan buku sih lebih tepat jika dikatakan diary. diary bersampul hitam dengan tanda tangan yang tidak ku kenal. aku ambil buku tersebut dan membacanya tak lama aku seperti tersedot ke dalam diary tersebut dan akhirnya. . . (bersambung)

       


  

 

Selasa, 28 Oktober 2014

Alam Indonesiaku


Curhatan dari kawan

Karya: Novianti Sya'bani

Kawan...
Bagaimana kabarmu hari ini?
Aku yakin kau baik - baik saja

Apakah kau tau dan ingin tau tentang keadaanku?
Kawan. . .
Kau akan menangis jika mendengarnya

Tubuhku terasa panas disini 
Tiada lagi yang melindungiku 
Pohon dan hutan itu telah kau ambil kawan

Lautku yang indah dengan sahabat karibku 
Ikan dan terumbu karang telah musnah kau rusakkan 

Barang tambangku kau ambil secara paksa dan membabi buta
Kau tusuk tubuhku dengan mesin - mesin canggih mu
Tanahku gersang tak terlindungi
Longsor dan banjir pun tak kunjung reda

Pernahkah kawan aku menyakitimu? 
Kau selalu kuberi perlindungan 
Semua telah ku sediakan

Hingga usia tuaku ini aku selalu melindungi mu
Seperti inikah balasan untuku?

Kawan-kawan ku tolong aku. . . 
jaga aku. . .
Lindung aku. . .
Jangan biarkan aku hancur 
Dimakan ketamakan mu kawan ''manusia''

Kamis, 23 Oktober 2014

Puisi untuk Indonesia



Indonesia

Karya: Novianti Sya'bani


Indonesia. . .
Pulau - pulau produktif
Kaya akan sumber daya alam
Laut membentang luas 
Dipenuhi oleh ikan dan terumbu karang

Bagaimana dengan manusianya?
Tamak itulah kata pertama
Dengan kebodohan yang masih merajalela

Kemiskinan masih melanda
Tangisan anak yang pilu 
Meminta makan dan susu

Gedung pencakar langit kian merambah
Tikus - tikus perampas 
Merampas uang yang seharusnya untuk rakyat
Senyum licik dan tawa yang masih sama
Aroma uang yang membuatnya bahagia

Pernahkah mereka berfikir?
Begitu banyak anak tak bisa makan 
Mengail makanan di limbah sampah

Pendidikan yang kurang
Pekerjaan pun tidak ada
Menjadi kriminal negara

siapa yang akan meneruskan negara ini?
Apakah masih orang yang bersifat sama?
Dengan ketamakan yang sama dan kebodohan?